Tajwid Surat al baqarah ayat 49

Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 49

Ngajitajwid – Hukum tajwid surat Al Baqarah Ayat 49 yaitu ada idgham mimi/mitslain, idzhar syafawi, mad wajib muttasil,  ikhfa syafawi, dan hukum tajwid yang lainnya yang akan kita bahas kali ini.

Al baqarah artinya adalah sapi betina, salah satu nama surat dalam Kitab Suci Al Quran urutan nomor ke 2 setelah surat Al fatihah, Al baqarah terdiri dari 286 ayat.

Untuk lebih memahami hukum bacaan tajwid apa saja yang ada didalam surat ini, silahkan simak dan pahami penjelasan dibawah ini.

Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 49

وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ

Berikut ini adalah bacaan dan hukum tajwid perkata dari ayat tersebut

Mad Layyin/ Mad lin

نَجَّيْنٰكُمْ

Alasannya adalah karena ada huruf berharakat fathah bertemu dengan huruf ya mati

Adapun cara membacanya adalah dibaca NAJJAI NAAKUM

Idgham mimi/ Idgham mitslain

نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ

Alasannya adalah karena Karena ada huruf mim mati bertemu dengan huruf mim. 

Cara membacanya adalah dengan dibaca  seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasydidkan dan wajib dibaca dengung dengan panjang dua sampai tiga harakat.

Idzhar halqi

مِّنْ اٰلِ

Alasannya adalah karena ada nun mati/sukun yang bertemu dengan salah satu huruf halqi yaitu huruf alif.

Cara membacanya adalah dibaca dengan jelas atau terang.

Mad Badal

اٰلِ فِرْعَوْنَ 

Alasannya adalah karena berkumpulnya huruf Hamzah/alif dengan huruf mad dalam 1 kata, atau bisa diartikan mad pengganti huruf hamzah di awal kata.

Adapun cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Mad Layyin/ Mad lin

فِرْعَوْنَ 

Alasannya adalah karena ada huruf berharakat fathah bertemu dengan huruf wawu mati

Adapun cara membacanya adalah dibaca FIR’ AUNA

Mad thabi’i

يَسُوْمُوْنَكُمْ 

Ada dua bacaan mad thabi’i

Alasannya adalah karena ada huruf wawu mati/sukun setelah harakat dhammah.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Idzhar syafawi

نَكُمْ سُوْۤءَ

Alasannya adalah karena ada huruf mim mati yang menghadapi huruf sin.

Adapun cara membacanya adalah huruf mimnya dibaca dengan jelas/izhar di bibir dan mulut tertutup (tidak dengung).

Mad wajib muttashil

سُوْۤءَ 

Alasannya adalah karena ada mad thabi’i menghadapi huruf alif/hamzah dalam satu kata

Cara membacanya adalah dibaca panjang 5 sampai 6 harakat.

Alif lam Qamariyah

سُوْۤءَ الْعَذَابِ

Alasannya adalah karena ada huruf alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yaitu ‘ain.

Cara membacanya adalah al nya dibaca dengan jelas, ciri-ciri dari al qamariyah adalah biasanya ada sukun di atas huruf alif dan lam.

Mad thabi’i

يُذَبِّحُوْنَ 

Alasannya adalah karena ada huruf wawu mati/sukun setelah harakat dhammah.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Mad wajib muttashil

اَبْنَاۤءَكُمْ 

Alasannya adalah karena ada mad thabi’i menghadapi huruf alif/hamzah dalam satu kata.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 5 sampai 6 harakat.

Idzhar syafawi

اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ

Alasannya adalah karena ada huruf mim mati yang menghadapi huruf wawu.

Adapun cara membacanya adalah huruf mimnya dibaca dengan jelas/izhar di bibir dan mulut tertutup (tidak dengung).

Mad thabi’i

وَيَسْتَحْيُوْنَ 

Alasannya adalah karena ada huruf wawu mati/sukun setelah harakat dhammah.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Mad wajib muttashil

نِسَاۤءَكُمْ 

Alasannya adalah karena ada mad thabi’i menghadapi huruf alif/hamzah dalam satu kata.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 5 sampai 6 harakat.

Mad thabi’i

وَفِيْ 

Alasannya adalah karena ada huruf ya mati/sukun setelah harakat kasrah.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Mad ashli

ذٰلِكُمْ 

Alasannya adalah karena ada fathah berdiri di atas huruf dal.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Ikhfa syafawi

ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ

Alasannya adalah karena ada huruf mim mati bertemu dengan huruf ba.

Adapun cara membacanya adalah huruf mim harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan panjang satu setengah alif atau 3 harakat.

Mad wajib muttashil

بَلَاۤءٌ 

Alasannya adalah karena ada mad thabi’i menghadapi huruf alif/hamzah dalam satu kata.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 5 sampai 6 harakat.

Idgham Bighunnah

بَلَاۤءٌ مِّنْ

Alasannya adalah karena ada tanwin dhammah bertemu dengan huruf salah satu huruf idgham bighunnah yaitu mim.

Cara membacanya adalah dibaca lebur atau masuk ke huruf mim dengan disertai dengung panjang satu setengah alif atau 3 harakat.

Idgham Bilaghunnah

مِّنْ رَّبِّكُمْ

Alasannya adalah karena ada nun mati yang bertemu dengan huruf ra.

Cara membacanya adalah memasukkan/meleburkan huruf nun mati kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra.

Idzhar syafawi

رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ

Alasannya adalah karena ada huruf mim mati yang menghadapi huruf ‘ain.

Adapun cara membacanya adalah huruf mimnya dibaca dengan jelas/izhar di bibir dan mulut tertutup (tidak dengung).

Mad thabi’i

عَظِيْم

Alasannya adalah karena ada huruf ya mati/sukun setelah harakat kasrah.

Cara membacanya adalah dibaca panjang 1 alif atau dua harakat.

Mad ‘arid lissukun

عَظِيْمٌ

Alasannya adalah karena ada mad thabi’i menghadapi huruf yang hidup kemudian dibaca waqaf.

Adapun cara membacanya adalah dibaca panjang antara 2-6 harakat

Demikianlah hukum tajwid surat Al Baqarah Ayat 49, mohon koreksinya jika ada kesalahan di dalam penulisan dan hukum tajwid dari ayat tersebut, semoga tulisan ini bisa menambah pengetahuan dan memberi manfaat. Amiin.


Posted

in

,

by

Tags: