Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40

Hukum Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40

Hukum Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40 – Pelajari seluruh hukum tajwid memerlukan proses yang tidak terlalu lama. Namun hal semacam itu terkait dari ketekunan dan kebolehan mengerti dalam mempelajari ilmu tajwid.

Langkah ampuh buat belajar tajwid adalah dengan menganalisis ayat-ayat di Al-Qur’an untuk dicari hukum tajwid yang tersurat pada setiap huruf dan harokat yang ada.

Membaca Al-Qur’an dengan bersandar ilmu tajwid bisa menghambat kesalahan bacaan seminimal mungkin maka dari itu pahala dapat didapatkan menjadi maksimum. Tidak hanya itu, dapat memperindah bacaan Al-Qur’an.

Penjelasan Lengkap Hukum Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 31

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1اٰدَمَMad badalkarena ada huruf mad (  أَ   ) menggantikan hamzah sukunDibaca panjang dua harakat atau satu alif.
2مَ الْاَسْمَاۤAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf اAl nya dibaca jelas
3الْاَسْمَاۤءَ Mad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
4ثُمَّ Ghunnah MusyaddahKarena di atas huruf مَّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
5عَرَضَهُمْ عَلَىIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf عDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
6عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf مAl nya dibaca jelas
7الْمَلٰۤىِٕكَةِ Mad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
8اَنْۢبِـُٔوْنِيْIqlabKarena ada nun mati نْ bertemu dengan بَ merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung satu setengah alif/3 harakat.
9بِاَسْمَاۤءِ Mad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
10هٰٓؤُلَاۤءِ Mad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
11اِنْ كُنْIkhfa haqiqiKarena ada نْ bertemu dengan ك Samar-samar dengan bibir membentuk huruf ك. Dengung satu setengah alif/3 harakat
12كُنْتُمْ Ikhfa haqiqiKarena ada نْ bertemu dengan ت Samar-samar dengan bibir membentuk huruf ت . Dengung satu setengah alif/3 harakat
13صٰدِقِيْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 32

قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1سُبْحٰنَكَQalqalah SugraKarena ada huruf  بْ yang mati di tengah kalimatDipantulkan huruf بْ  nya, ( sube ‘ha)
2لَنَآ اِلَّا Mad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
3اِنَّكَGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf نّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
4اَنْتَIkhfa haqiqiKarena ada نْ bertemu dengan ت Samar-samar dengan bibir membentuk huruf ت . Dengung satu setengah alif/3 harakat
5تَ الْعَلِيْمُAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf عَAl nya dibaca jelas
6مُ الْحَكِيْمُAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf حَAl nya dibaca jelas
7الْحَكِيْمُMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 33

قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْ ۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۙ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَاَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1يٰٓاٰدَمُMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
2اَنْۢبِئْهُمْIqlabKarena ada nun mati نْ bertemu dengan بَ merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung satu setengah alif/3 harakat.
3هُمْ بِاَسْمَاۤIkhfa Syafawi
Karena mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf بCara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan panjang satu setengah alif/3 harakat
4بِاَسْمَاۤىِٕهِمْ ۚMad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
5ىِٕهِمْ ۚ فَلَمَّآIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf فDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
6فَلَمَّآGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf مَّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
7فَلَمَّآ اَMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
8اَنْۢبَاَهُمْIqlabKarena ada nun mati نْ bertemu dengan بَ merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung satu setengah alif/3 harakat.
9هُمْ بِاَسْمَاۤIkhfa Syafawi
Karena mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf بCara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan panjang satu setengah alif/3 harakat
10بِاَسْمَاۤىِٕهِمْMad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
11ىِٕهِمْۙ قَالَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf قDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
12اَلَمْ اَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf  اDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
13لَّكُمْ اِنِّيْٓIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf  اDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
14اِنِّيْٓ Ghunnah MusyaddahKarena di atas huruf نّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
15اِنِّيْٓ اَعْلَمُMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
16غَيْبَ السَّمٰوٰتِAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf سDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf س
17وَالْاَرْضِۙAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf اAl nya dibaca jelas
18تُبْدُوْنَQalqalah SugraKarena ada huruf  بْ yang mati di tengah kalimatDipantulkan huruf بْ  nya, ( sabe ‘a)
19كُنْتُمْ Ikhfa haqiqiKarena ada dammatain لٌ bertemu dengan تُ Samar-samar dengan bibir membentuk huruf تُ Dengung satu setengah alif/3 harakat
20كُنْتُمْ تَكْIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf  تَDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
21تَكْتُمُوْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 34

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1لِلْمَلٰۤىِٕكَةِMad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
2فَسَجَدُوْٓا اِMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
3اِبْلِيْسَۗQalqalah SugraKarena ada huruf  بْ yang mati di tengah kalimatDipantulkan huruf بْ  nya, ( sabe ‘a)
4مِنَ الْكٰفِرِAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf كAl nya dibaca jelas
5الْكٰفِرِيْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 35

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1يٰٓاٰدَمُMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
2كُنْ اَنْتَIzhar HalqiKarena ada نْ bertemu dengan اَDibaca dengan jelas
3اَنْتَIkhfa haqiqiKarena ada نْ bertemu dengan  تَ Samar-samar dengan bibir membentuk huruf تَ Dengung satu setengah alif/3 harakat
4وَزَوْجُكَMad LayyinKarena ada huruf berharakat fathah ( زَ) bertemu وْWazau juka
5كَ الْجَنَّةَAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf جAl nya dibaca jelas
6الْجَنَّةَGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf نّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
7مِنْهَا Izhar HalqiKarena ada نْ bertemu dengan ه Dibaca dengan jelas
8رَغَدًاحَIzhar HalqiKarena ada نْ bertemu dengan ح Dibaca dengan jelas
9حَيْثُMad LayyinKarena ada huruf berharakat fathah ( كَ) bertemu ya mati ( يْ )Hai tsu
10تَقْرَبَاQalqalah SugraKarena ada huruf ق yang mati di tengah kalimatDipantulkan huruf ق   nya, ( taqo roba)
11هٰذِهِ الشَّجَرَةَAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf شDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ش
12مِنَ الظّٰلِمِيْنَAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf ظDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ظ
13الظّٰلِمِيْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 36

فَاَزَلَّهُمَا الشَّيْطٰنُ عَنْهَا فَاَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1هُمَا الشَّيْطٰنُAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf شDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ش
2عَنْهَاIzhar HalqiKarena ada نْ bertemu dengan ه Dibaca dengan jelas
3مِمَّاGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf مّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
4بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf  لDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
5ضٍ عَدُوٌّIzhar HalqiKarena ada  kasratain ضٍ bertemu dengan عَ Dibaca dengan jelas
6عَدُوٌّ ۚ وَلَIdgham Bighunnah Karena ada dhommatain وٌّ bertemu dengan huruf وCara membacanya adalah dengung/ masuk kedalam huruf و  dibaca 1,5 alif/ 3 harakat
7لَكُمْ فِىIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   فDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
8فِى الْاَرْضِAl QomariyahKarena alif lam mati ( الْ ) bertemu dengan huruf اAl nya dibaca jelas
9مُسْتَقَرٌّ وَّIdgham Bighunnah Karena ada dhommatain رٌّ bertemu dengan huruf وCara membacanya adalah dengung/ masuk kedalam huruf و  dibaca 1,5 alif/ 3 harakat
10وَّمَتَاعٌ اِIzhar HalqiKarena ada dhommatain عٌ bertemu dengan اِ Dibaca dengan jelas
11حِيْنٍMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 37

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1فَتَلَقّٰٓى اٰMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
2مِنْ رَّبِّهٖIdgham Bilaghunnah Karena ada نْ bertemu dengan huruf رCara membacanya adalah masuk ke dalam huruf ر tanpa dengung
3كَلِمٰتٍ فَIkhfa haqiqiKarena ada kasratain تٍ bertemu dengan فSamar-samar dengan bibir membentuk huruf ف Dengung satu setengah alif/3 harakat
4اِنَّهٗ Ghunnah MusyaddahKarena di atas huruf نَّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
5هُوَ التَّوَّاAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf تDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ت
6بُ الرَّحِيْمُAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf رDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ر
7الرَّحِيْمُMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 38

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1مِنْهَاIzhar HalqiKarena ada نْ bertemu dengan هDibaca dengan jelas
2جَمِيْعًاMad ‘Iwad (kalau di waqof)Karena pada akhir kalimat terdapat huruf yang berharakat fathatainDibaca jadi جَمِيْعا Panjangnya 2 harakat (1 alif).
3جَمِيْعًا ۚ فَاِIkhfa haqiqiKarena ada fathatain عًا bertemu dengan فSamar-samar dengan bibir membentuk huruf ف  Dengung satu setengah alif/3 harakat
4فَاِمَّاGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf مّ ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
5تِيَنَّكُمْGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf ن ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
6كُمْ مِّنِّيْIdgham Mimi atau  idgham mislain atau mutamasilainKarena ada huruf mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), Cara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
7مِّنِّيْGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf ن ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
8هُدًى فَIkhfa haqiqiKarena ada fathatain دً bertemu dengan فSamar-samar dengan bibir membentuk huruf ف  Dengung satu setengah alif/3 harakat
9فَمَنْ تَبِعَIkhfa haqiqiKarena ada نْ bertemu dengan تَSamar-samar dengan bibir membentuk huruf تَ Dengung satu setengah alif/3 harakat
10خَوْفٌMad LayyinKarena ada huruf berharakat fathah ( خَ) bertemu ya mati ( وْ )Khou fun
11خَوْفٌ عَIzhar HalqiKarena ada dammatain فٌ bertemu dengan عَ Dibaca dengan jelas
12عَلَيْهِمْ وَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   وDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
13هُمْ يَحْزَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   يDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
14يَحْزَنُوْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 39

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1بِاٰيٰتِنَآ اُوMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
2اُولٰۤىِٕكَ Mad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
3بُ النَّارِAl SyamsiahKarena ada alif lam mati ( الْ ) yang bertemu dengan huruf نDibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca) masuk ke huruf ن
4النَّارِGhunnah MusyaddahKarena di atas huruf ن ada tasydidCara membacanya adalah dengung 1,5 alif/ 3 harakat
5هُمْ فِيْIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   فDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
6خٰلِدُوْنَMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Hukum Tajwid Surah Al Baqarah Ayat 40

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَوْفُوْا بِعَهْدِيْٓ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْۚ وَاِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ

NoLafadzHukum BacaanAlasannyaCara Membacanya
1يٰبَنِيْٓ اِMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
2اِسْرَاۤءِيْلَMad Wajib MuttashilKarena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kataDibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
3نِعْمَتِيَ الَّMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
4الَّتِيْٓ اَنْMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
5اَنْعَمْتُIzhar HalqiKarena ada nun mati نْ bertemu dengan عَ Dibaca dengan jelas
6اَنْعَمْتُIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   تُDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
7عَلَيْكُمْ وَاَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   وَDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
8بِعَهْدِيْٓ اُوْMad Jaiz MunfashilKarena ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah/alif dalam kata yang berbedaDibaca panjang adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif)
9بِعَهْدِكُمْۚ وَIzhar SyafawiKarena ada huruf mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf   وَDibaca dengan jelas di bibir dan mulut keadaan tertutup
10فَارْRa TafkhimSebelum huruf ro sukun رْ   ada huruf yang difathahDibaca tebal
11فَارْهَبُوْنِMad arid lissukunKarena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’iDibaca boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Arti Ilmu Tajwid serta Maksud Mendalaminya

Buat penganut agama Islam atau kaum muslim, membaca Al-Qur’an adalah satu perihal baik serta keharusan. Membaca Al-Qur’an sebagai salah satunya beribadah yang dapat datangkan banyak pahala.

Dimana satu huruf dapat diganjar dengan satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.Lantas, apa sudah Anda mengenal penjelasan ilmu tajwid saat membaca Al-Qur’an?

Dalam membaca Al-Qur’an, seorang tidak boleh membacanya secara asal-asalan.Pasalnya  tiap-tiap kata dalam Al-Qur’an punya kandungan makna pula arti nya.

Makanya, apabila membacanya ngawur serta salah pastinya arti serta artinya dapat berganti.

Maka, dalam membaca Al-Qur’an diperlukan pengetahuan yang dimaksud dengan tajwid. Kata tajwid berawal dari bahasa Arab ialah jawwada, yujawwidu, tajwiidan yang berarti membaguskan.

Menurut makna, tajwid yakni ilmu untuk mengenali teknik mengucapkan huruf secara benar, baik sifat huruf, panjang pendek, tebal serta tipisnya huruf.

Maka bisa dirangkum jika ilmu tajwid kuat hubungannya dengan pengejaan huruf hijaiyah secara baik dan benar. Ingat memang akan ada huruf yang dibaca panjang, pendek, tebal, tipis, berdengung, terang serta yang lainnya.

Kenapa kita mesti mendalami ilmu tajwid?

Banyak orang-orang menjelaskan mereka sangat sulit untuk teguh membaca Al-Qur’an. Mengapa bisa demikian sedang telah dijanjikannya pahala yang besar buat beberapa orang yang rajin membaca Al-Qur’an? Sesungguhnya, merasa malas membaca Al-Qur’an dapat pula dikarenakan tak pahamnya kita pada pengetahuan tajwid.

Maka bacaan kita sendiri berasa tak enak didengar atau mungkin tidak mengena di hati. Nah karenanya pengetahuan tajwid memanglah mestinya didalami oleh tiap-tiap orang islam supaya saat membaca Al-Qur’an mengundang kesan-kesan mendalam untuk dirinya sendiri.

Jadi sekian lama ini, apa kamu telah merasa membaca Al-Qur’an secara benar? Apa peletakan tiap huruf serta karakter huruf udah dilaksanakan dengan bagus? apabila belum, sekarang waktunya buat kamu untuk mempelajari ilmu tajwid melalui cara belajar tahsin tilawah Al-Qur’an.

Apa itu tahsin tilawah Al-Qur’an?

Tahsin tilawah Al-Qur’an merupakan usaha buat membetulkan dan memperindah bacaan Al-Qur’an secara benar serta baik dan sesuai dengan tajwid.

Dalam pengertian, huruf serta makhroj keluar dengan benar, pembawaan huruf sama sesuai dan hukum bacaan tepat.  Dapat dikatakan pelajari ilmu tajwid suatu kewajiban agar implikasi tahsin berjalan dengan benar.

Hukum pengetahuan tajwid penting didalami

Mungkin kamu pernah bertanya, mengapa mesti mendalami tajwid? Nach berikut jawaban dari pertanyaan kamu itu:

Hukum membaca Al-Qur’an dengan tajwid Fardhu ‘ain

Alasan pertama kita penting belajar pengetahuan tajwid adalah karena hukumnya fardhu ‘ain. Maknanya, penting buat tiap muslim buat membaca Al-Qur’an dengan tajwid. Untuk itu, belajar tahsin benar-benar dibutuhkan supaya dapat membaca Al-Qur’an sesuai tajwid.

Perintah buat membaguskan bacaan Al-Qur’an pula tersebut dalam surat Muzzammil ayat 4. Dalam ayat itu, Allah SWT memerintahkan biar Rasullullah membaca Al-Qur’an secara tartil(seksama). Dalam pengertian tidak terburu-buru serta mestinya perlahan-lahan dengan tajwid yang tepat.

Wujud memuliakan Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dengan tajwid pula adalah wujud penghormatan atau memuliakan. Sebagai halnya kita ketahui, Al-Qur’an adalah Wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Maka yang pasti sangatlah tak sopan serta tidak bagus jika membacanya secara ngawur serta sembarangan khan?

Wujud kehati-hatian supaya tidak mengganti makna ayat

Alasan pelajari ilmu tajwid selanjutnya adalah selaku wujud kehati-hatian kita sebagai umat muslim. Masalahnya  keliru pada pengejaan huruf dalam Al-Qur’an bisa mengubah arti dan artinya. Pastilah itu sangat berbahaya khan?  Nach oleh karena itu, selaku umat muslim penting untuk memakai tajwid saat membaca Al-Qur’an biar tak ada arti dari ayat yang beralih.

Biar bacaan Al-Qur’an berkesan bagi diri kita sendiri serta orang lain

Apa sejauh ini kamu berasa tak ada efek apa-apa sehabis membaca Al-Qur’an? Tidak menyembuhkan hati yang bersusah-hati atau tak bikin kamu makin semangat melaksanakan ibadah? Hal itu jadi bisa dipicu bacaan Al-Qur’an yang belum berkesan serta membekas. Agar bacaan kita menjadi terkesan bagi diri kita dan orang lain, ilmu tajwid begitu diperlukan.

Membaca dengan tajwid berarti

menetapi tiap hak-hak yang dimiliki oleh huruf dalam Al-Qur’an. Sehingga otomatis bacaan kita bakal jadi baik serta nikmat untuk didengarkan. Tak jarang bacaan Al-Qur’an yang baik bawa hidayah seseorang untuk mengimani kalamNya.

Lebih-lebih lagi ada hadist yang menuturkan apabila, “”sebaik-baiknya manusia ialah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari).

Maksud pelajari ilmu tajwid

Kenapa kaum muslim butuh mempelajari ilmu tajwid? Pastilah karena Allah SWT mau umat Rasullullah membaca kitabullah dengan bacaan benar dan baik. Diluar itu, ada sekian banyak arah mendalami ilmu tajwid. Berikut diantaranya:

Supaya bacaan Al-Qur’an sesuai

Maksud pertama pelajari tajwid saat membaca Al-Qur’an yakni supaya bacaan kita jadi pas. Dalam artian, bacaan Al-Qur’an kita sama seperti apa yang diberikan Rasulullah kepada para sahabat.

Biar terlepas dari kesalahan

Kedua, maksud membaca Al-Qur’an yang lain ialah supaya kita luput dari kesalahan.Semisalnya saja pelafalan huruf yang semestinya tebal tidak dibaca tipis. Tentu kita mengetahui jika pengertian atau arti dari ayat Al-Qur’an bisa berubah bila kita keliru pada pelafalan huruf atau makhroj.

Berkata mengenai kesalahan saat membaca Al-Qur’an, sesungguhnya ada dua macam kesalahan. Apa sajakah?  Kekeliruan itu salah satunya:

• Kesalahan khafi

Kekeliruan khafi atau Kesalahan kecil ini hanya bisa dijumpai oleh orang yang benar-benar mengerti dan paham pengetahuan tajwid. Nah untuk orang pemula umumnya tidak menyadari kesalahan itu.   Contohnya saja membaca dhomah atau tanda baca lainnya.

• Kesalahan besar

Kesalahan besar(Al lahnul jali) ini gak cuman dikenali oleh orang yang memahami pengetahuan tajwid namun ditemui oleh orang pemula juga.

Umpamanya bacaan yang seharusnya اَلَّذِيْنَ dibaca jadi اَلَّزِيْنَ

Hal itu jelas bakal membuat perubahan pengertian juga arti dari bacaan. Perlu diingat, dalam bahasa Arab, salah satu huruf saja dapat mengubah makna menjadi gak sama.

Biar bacaan Al-Qur’an terkesan

Kerapnya seseorang tidak akan mempelajari pengetahuan tajwid dalam baca Al-Qur’an dipicu perasaan malas. Meskipun sebenarnya, mendalami tajwid dapat bikin bacaan semakin indah. Maka sewaktu membaca Al-Qur’an, bacaan tersebut terkesan dan masuk ke dalam hati. Bahkan kita tak kan merasa bosan buat sering membaca Al-Qur’an lantaran bacaan yang cocok serta indah.

Metode cepat belajar ilmu tajwid pemula

Untuk kaum muslim tentu akan tidak asing dengan rutinitas membaca Al-Qur’an. Masalahnya  setiap saat menjalankan sholat penting saja pun membaca surat-surat dalam Al-Qur’an. Nach agar bacaan salat jadi terkesan di hati pastinya perlu buat mempelajari ilmu tajwid.

Lalu, bagaimana langkahnya supaya orang pemula sekalipun tak kesusahan saat membaca Al-Qur’an dengan tajwid? Nach berikut cara cepat buat belajar ilmu tajwid untuk pemula:

Ketahui huruf hijaiyah

Sebelumnya mendalami pengetahuan tajwid, sebuah hal yang sebaiknya kamu kerjakan lebih dahulu yakni dengan mengetahui huruf hijaiyah. Apakah yang dimaksud huruf hijaiyah? Huruf hijaiyah ialah huruf dalam ejaan bahasa Arab yang disebut bahasa asli Al-Qur’an. Dapat dikatakan kalau dengan bahasa Indonesia, huruf hijaiyah itu seperti huruf abjad.

Maka, supaya dapat membaca Al-Qur’an secara lancar kenal huruf hijaiyah adalah cara dasar yang penting. Agar cepat pahami pengetahuan tajwid pahami lebih dulu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 29 huruf. Perlu diingat, supaya membaca Al-Qur’an secara bagus pastilah seluruh huruf tersebut mesti dihafal.

Selesai mengetahui wujud huruf hijaiyah satu-persatu maka ada yang lain butuh kamu melakukan lagi.Hal demikian merupakan cari tahu bagaimana huruf tersebut dikait dengan huruf hijaiyah yang lain. Menjadi catatan, ketika ingin belajar pengucapan huruf hijaiyah, jadi dalami makhroj-nya. Makhroj adalah tempat keluarnya huruf hijaiyah.

Pahami tanda baca atau harkat

Sehabis mengetahui huruf hijaiyah, cara kedua yang wajib kamu kerjakan yakni memahami tanda baca atau harkat. Harkat atau tanda baca memiliki fungsi untuk menentukan pelafalan huruf hijaiyah. Umpamanya saja, apabila dengan bahasa Indonesia ada huruf vocal A I U E O maka dalam Al-Qur’an ada harkat.

Dalam Al-Qur’an, harkat atau tanda itu meliputi beberapa, ialah:

1.  Kasrah.

2.  Fathah.

3. Dhommah.

4. Tasydid.

5. Sukun.

Dalami seluruh tanda baca itu secara baik serta hafalkan.

Kenali tajwid

Metode cepat dalam pelajari ilmu tajwid lainnya ialah dengan menyadari tajwid itu sendiri. Ilmu tajwid sebagai ilmu yang dapat digunakan buat mengetahui trik membunyikan huruf dalam Al-Qur’an secara tepat.  Misalnya saja apakah akan dibaca samar-samar, jelas atau mendengung.

kalau dalam bahasa Inggris diketahui dengan grammar jadi saat baca Al-Qur’an diketahui bacaan tajwid.

Ada beraneka macam bacaan tajwid, termasuk antara lain:

  • Hukum bacaan nun sukun serta tanwin.
  • Hukum bacaan min sukun.
  • Hukum bacaan Alif lam.
  • Hukum bacaan qolqolah.
  • Hukum bacaan mad, dan sebagainya.

Terapkan dari surat pendek

Agar bisa memahami ilmu tajwid secara sekejap karenanya kamu bisa langsung mengaplikasikannya pada surat pendek. Sehabis berhasil mengimplementasikan ilmu tajwid dalam surat pendek maka kamu bisa mengimplementasikannya ke surat yang lebih panjang.

Perlu diingat, bacalah dengan perlahan-lahan supaya panjang pendek dari bacaan Al-Qur’an terang. Janganlah lupa buat mencari guru mengaji, baik ustad atau ustadzah yang sudah jelas keilmuannya. Dalam pengertian, bisa mendidik dengan pas serta benar supaya belajar tajwid bertambah lebih membahagiakan.

Belajar lewat sumber yang valid

Bagaimana bila sulit buat mendapati guru mengaji? Tak kenapa, waktu ini technologi sudah melejit amat jauh. Kamu bisa belajar melalui bermacam sumber yang dipercaya.

Semisalnya saja sumber itu dari buku, video dan lainnya. Bahkan saat ini sudah banyak ustadz dan ustadzah yang mengarahkan beberapa orang lewat video YouTube dan grup WhatsApp.

Satu kesulitan ketika belajar secara otodidak melalui buku serta video adalah rasa malas dan tak stabil diri kita sendiri. Oleh karena itu, kamu penting menyisihkan waktu supaya mendalami tajwid secara lancar. Bakal lebih baik bila kamu atur agenda teratur buat belajar tajwid.

Berkemauan benar-benar

Seterusnya, agar belajar tajwid lebih menjadi cepat dan mudah, membutuhkan kesungguhan dari dalam diri. Ingatkah bila mempelajari tajwid adalah satu kesibukan positif yang dapat memperbagus bacan Al-Qur’an.

Rutin kerjakan praktek

Paling akhir, biar berhasil pasti kamu mesti rutin melaksanakan praktik. Gak boleh kuatir serta malas buat menguji kemampuan kamu dalam penerapan tajwid. Dimulai dengan surat pendek sampai ke surat yang lebih panjang lagi.

Apa hukum membaca Al Qur’an tanpa ada tajwid?

Sesudah mengenali penjelasan terkait tajwid, lalu apa sebetulnya hukum membaca Al-Qur’an tanpa tajwid? Perlu diketahui, membaca Al-Qur’an dengan tajwid sebetulnya bukan suatu keharusan sepanjang kita mengaplikasikan bacaan fathah, kasroh, dhommah atau sukun. Dalam pengertian tak ada dosa selama hal semacam itu diaplikasikan.

Hal semacam itu karena hukum tajwid memang tidak digunakan terkecuali hanya buat bikin lafadz bacaan menjadi bagus. Walau demikian, kalau seorang bisa mengimplementasikan ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an oleh karena itu yakni hal baik. bila tidak mungkin untuk menempatkannya maka ada dosa.

Nach jadi tersebut penjelasan panjang terkait pengertian pengetahuan tajwid serta tujuan pelajarinya. Semoga kajian di atas dapat sedikit mencerahkan.

Kata Kunci : Hukum Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40, Tajwid Surat al baqarah ayat 31-40,


Posted

in

,

by

Tags: