Pengertian Ilmu Tajwid dan Tujuan Mempelajarinya

Bagi pemeluk agama Islam atau umat muslim, membaca Al-Qur’an merupakan suatu hal baik dan kewajiban. Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang akan mendatangkan banyak pahala. Dimana satu huruf akan diganjar dengan satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Lalu, sudahkah kamu mengetahui pengertian ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an?

Dalam membaca Al-Qur’an, seseorang tidak boleh membacanya secara asal-asalan. Pasalnya, setiap kata dalam Al-Qur’an mengandung makan juga arti. Artinya, jika membacanya asal-asalan dan salah tentu makna dan artinya akan berubah.

Maka dari itu, dalam membaca Al-Qur’an diperlukan ilmu yang disebut dengan tajwid. Kata tajwid berasal dari bahasa Arab yakni jawwada, yujawwidu, tajwiidan yang berarti membaguskan.

Menurut istilah, tajwid ialah ilmu guna mengetahui cara melafalkan huruf dengan benar, baik sifat huruf, panjang pendek, tebal dan tipisnya huruf. Sehingga dapat disimpulkan jika ilmu tajwid erat kaitannya dengan pelafalan huruf hijaiyah secara baik dan benar. Mengingat memang akan ada hurt yang dibaca panjang, pendek, tebal, tipis, berdengung, terang dan lainnya.

Mengapa kita harus mempelajari ilmu tajwid?

Banyak orang mengatakan mereka sangat sulit untuk teguh membaca Al-Qur’an. Mengapa bisa demikian sedangkan sudah dijanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang rajin membaca Al-Qur’an? Sebenarnya, rasa malas membaca Al-Qur’an bisa juga dikarenakan tidak pahamnya kita terhadap ilmu tajwid.

Sehingga bacaan kita sendiri terasa tidak enak didengar atau tidak mengena di hati. Nah untuk itu ilmu tajwid memang hendaknya dipelajari oleh setiap muslim agar dalam membaca Al-Qur’an menimbulkan kesan mendalam bagi dirinya.

Jadi, selama ini, apakah kamu sudah merasa membaca Al-Qur’an secara benar? Apakah peletakan setiap huruf dan sifat-sifat huruf sudah ditunaikan dengan baik? Jika belum, sudah saatnya bagi kamu untuk mempelajari ilmu tajwid dengan cara belajar tahsin tilawah Al-Qur’an.

Apa itu tahsin tilawah Al-Qur’an?

Tahsin tilawah Al-Qur’an merupakan upaya untuk memperbaiki serta memperindah bacaan Al-Qur’an secara baik dan benar serta sesuai dengan tajwid. Dalam artian, huruf dan makhroj keluar dengan benar, sifat huruf sesuai dan hukum bacaan tepat. Bisa dikatakan mempelajari ilmu tajwid suatu keharusan agar penerapan tahsin berjalan dengan benar.

Alasan ilmu tajwid perlu dipelajari

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa harus mempelajari tajwid? Nah berikut jawaban dari pertanyaan kamu itu:

Hukum membaca Al-Qur’an dengan tajwid Fardhu ‘ain

Alasan pertama kita perlu belajar ilmu tajwid ialah karena hukumnya fardhu ‘ain. Artinya, wajib bagi setiap muslim untuk membaca Al-Qur’an dengan tajwid. Maka dari itu, belajar tahsin sangat diperlukan agar dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan tajwid.

Perintah untuk membaguskan bacaan Al-Qur’an juga tercantum dalam surat Muzzammil ayat 4. Dalam ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan agar Rasullullah membaca Al-Qur’an secara tartil(seksama). Dalam artian tidak tergesa-gesa dan hendaknya perlahan dengan tajwid yang tepat.

Bentuk muliakan Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dengan tajwid juga merupakan bentuk penghormatan atau memuliakan. Sebagaimana kita tahu, Al-Qur’an ialah Wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi pastinya sangat tidak sopan dan tidak baik jika membacanya secara asal-asalan dan serampangan bukan?

Bentuk kehati-hatian agar tidak mengubah arti ayat

Alasan mempelajari ilmu tajwid selanjutnya ialah sebagai bentuk kehati-hatian kita sebagai umat muslim. Pasalnya, salah dalam pelafalan huruf dalam Al-Qur’an dapat mengubah arti dan maknanya. Tentu itu sangat berbahaya bukan? Nah maka dari itu, sebagai umat muslim wajib untuk menggunakan tajwid dalam membaca Al-Qur’an agar tidak ada arti dari ayat yang berubah.

Agar bacaan Al-Qur’an berkesan bagi diri sendiri dan orang lain

Apakah selama ini kamu merasa tidak ada efek apa-apa setelah membaca Al-Qur’an? Tidak mengobati hati uang sedih maupun tidak membuat kamu semakin semangat beribadah? Hal itu bisa jadi dikarenakan bacaan Al-Qur’an yang belum berkesan dan membekas. Agar bacaan kita menjadi berkesan bagi diri sendiri dan orang lain, ilmu tajwid sangat dibutuhkan.

Membaca dengan tajwid artinya menunaikan setiap hak-hak yang dimiliki oleh huruf dalam Al-Qur’an. Sehingga otomatis baacaan kita akan menjadi baik dan enak untuk didengar. Tak jarang bacaan Al-Qur’an yang baik membawa hidayah orang lain untuk mengimami kalamNya.

Terlebih lagi ada hadist yang mengatakan jika, “sebaik-baiknya manusia ialah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari).

Tujuan mempelajari ilmu tajwid

Mengapa umat muslim perlu mempelajari ilmu tajwid? Tentu karena Allah SWT ingin umat Rasullullah membaca kitabullah dengan bacaan baik dan benar. Selain itu, ada beberapa tujuan mempelajari ilmu tajwid. Berikut diantaranya:

Agar bacaan Al-Qur’an sesuai

Tujuan pertama mempelajari tajwid dalam membaca Al-Qur’an ialah agar bacaan kita menjadi sesuai. Dalam artian, bacaan Al-Qur’an kita sama seperti apa yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabat.

Agar terbebas dari kesalahan

Kedua, tujuan membaca Al-Qur’an lainnya ialah agar kita terhindar dari kesalahan. Misalnya saja pelafalan huruf yang harusnya tebal tidak dibaca tipis. Tentu kita paham jika makna atau arti dari ayat Al-Qur’an dapat berubah jika kita salah dalam pelafalan huruf maupun makhroj.

Berbicara mengenai kesalahan dalam membaca Al-Qur’an, sebenarnya ada dua jenis kesalahan. Apa saja? Kesalahan tersebut diantaranya:

  • Kesalahan khafi

Kesalahan khafi atau kesalahan kecil ini hanya dapat diketahui oleh orang yang memang paham dan mengerti ilmu tajwid. Nah untuk orang awam biasanya tidak menyadari kesalajan tersebut.  Misalnya saja membaca dhomah atau tanda baca lainnya.

  • Kesalahan besar

Kesalahan besar(Al lahnul jali) ini tak hanya diketahui oleh orang yang memahami ilmu tajwid akan tetapi diketahui oleh orang awam juga.

Misalnya bacaan yang seharusnya اَلَّذِيْنَ dibaca menjadi اَلَّزِيْنَ

Hal itu jelas akan merubah makna juga arti dari bacaan. Perlu diingat, dalam.bahasa Arab, salah satu huruf saja dapat merubah arti menjadi tak sama.

Agar bacaan Al-Qur’an berkesan

Seringnya seseorang tidak ingin mempelajari ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an dikarenakan rasa malas. Padahal, mempelajari tajwid dapat membuat bacaan semakin indah. Sehingga ketika membaca Al-Qur’an, bacaan tersebut terkesan dan masuk ke dalam hati. Bahkan kita tidak akan merasa bosan untuk sering-sering membaca Al-Qur’an karena bacaan yang tepat dan indah.

Cara cepat belajar ilmu tajwid pemula

Bagi umat muslim tentu tidak akan asing dengan aktivitas membaca Al-Qur’an. Pasalnya, setiap kali melaksanakan salat wajib saja juga membaca surat-surat dalam Al-Qur’an. Nah agar bacaan salat menjadi berkesan di hati tentu perlu untuk mempelajari ilmu tajwid.

Lalu, bagaimana caranya agar seorang pemula sekalipun tidak kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan tajwid? Nah berikut cara cepat untuk belajar ilmu tajwid bagi pemula:

Kenali huruf hijaiyah

Sebelum mempelajari ilmu tajwid, satu hal yang perlu kamu lakukan lebih dulu ialah dengan mengenal huruf hijaiyah. Apa itu huruf hijaiyah? Huruf hijaiyah ialah huruf dalam ejaan bahasa Arab yang merupakan bahasa asli Al-Qur’an. Dapat dikatakan jika dalam bahasa Indonesia, huruf hijaiyah itu layaknya huruf abjad.

Maka dari itu, agar dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar mengenal huruf hijaiyah merupakan langkah dasar yang sangat penting. Agar cepat memahami ilmu tajwid kenali lebih dulu huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 29 huruf. Perlu diingat, agar dapat membaca Al-Qur’an dengan baik tentu semua huruf tersebut harus dihafal.

Setelah mengenal bentuk huruf hijaiyah satu-persatu maka ada lain yang perlu kamu lakukan lagi. Hal itu ialah cari tahu bagaimana huruf tersebut disambung dengan huruf hijaiyah lainnya. Sebagai catatan, ketika ingin belajar pengucapan huruf hijaiyah, maka pelajari makhroj-nya. Makhroj ialah tempat keluarnya huruf hijaiyah.

Pahami tanda baca atau harkat

Setelah mengenal huruf hijaiyah, langkah kedua yang harus kamu lakukan ialah memahami tanda baca atau harkat. Harkat atau tanda baca berfungsi untuk menentukan pelafalan huruf hijaiyah. Misalnya saja, jika dalam bahasa Indonesia terdapat huruf vokal A I U E O maka dalam Al-Qur’an ada harkat.

Dalam Al-Qur’an, harkat atau tanda tersebut meliputi beberapa, yakni:

  1. Kasrah.
  2. Fathah.
  3. Dhommah.
  4. Tasydid.
  5. Sukun.

Pelajari semua tanda baca tersebut dengan baik dan hafalkan.

Pahami tajwid

Cara cepat dalam mempelajari ilmu tajwid lainnya ialah dengan memahami tajwid itu sendiri. Ilmu tajwid merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk mengetahui cara membunyikan huruf dalam Al-Qur’an secara tepat. Misalnya saja apakah akan dibaca samar-samar, jelas atau mendengung.

Jika dalam bahasa Inggris dikenal dengan grammar maka dalam membaca Al-Qur’an dikenal bacaan tajwid.

Ada bermacam-macam bacaan tajwid, termasuk diantaranya:

  • Hukum bacaan nun sukun dan tanwin.
  • Hukum bacaan min sukun.
  • Hukum bacaan Alif lam.
  • Hukum bacaan qolqolah.
  • Hukum bacaan mad, dan lain sebagainya.

Terapkan dari surat pendek

Agar dapat memahami ilmu tajwid dengan cepat maka kamu dapat langsung menerapkannya pada surat pendek. Setelah berhasil menerapkan ilmu tajwid dalam surat pendek maka kamu dapat menerapkannya ke surat yang lebih panjang.

Perlu diingat, bacalah dengan perlahan agar panjang pendek dari bacaan Al-Qur’an jelas. Jangan lupa untuk mencari guru mengaji, baik ustad atau ustadzah yang memang sudah jelas keilmuannya. Dalam artian, dapat mengajarkan dengan tepat dan benar agar belajar tajwid menjadi lebih menyenangkan.

Belajar melalui sumber kredibel

Bagaimana jika sulit untuk menemukan guru mengaji? Tak mengapa, saat ini teknologi sudah melesat sangat jauh. Kamu dapat belajar melalui berbagai sumber yang terpercaya. Misalnya saja sumber tersebut dari buku, video dan lainnya. Bahkan kini sudah banyak ustadz dan ustadzah yang mengajari orang-orang melalui video YouTube dan grup WhatsApp.

Satu kesulitan ketika belajar secara otodidak melalui buku dan video ialah rasa malas dan tidak konsisten diri sendiri. Untuk itu, kamu perlu menyisihkan waktu agar dapat mempelajari tajwid dengan lancar. Akan lebih baik jika kamu mengatur jadwal rutin untuk belajar tajwid.

Bertekad sungguh-sungguh

Selanjutnya, agar belajar tajwid menjadi lebih mudah dan cepat, perlu ada kesungguhan dari dalam diri. Ingatkah jika mempelajari tajwid merupakan suatu kegiatan positif yang dapat memperindah bacan Al-Qur’an.

Rutin melakukan praktik

Terakhir, agar berhasil tentu kamu harus rutin melakukan praktik. Jangan ragu dan malas untuk menguji kemampuan kamu dalam pengaplikasian tajwid. Mulai dari surat pendek hingga ke surat yang lebih panjang lagi.

Apa hukum membaca Al Qur’an tanpa tajwid?

Setelah mengetahui penjelasan mengenai tajwid, lalu apa sebenarnya hukum membaca Al-Qur’an tanpa tajwid? Perlu diketahui, membaca Al-Qur’an dengan tajwid sebenarnya bukan suatu kewajiban selama kita menerapkan bacaan fathah, kasroh, dhommah maupun sukun. Dalam artian tidak ada dosa selama hal itu diterapkan.

Hal itu dikarenakan hukum tajwid memang tidak digunakan kecuali hanya untuk membuat lafadz bacaan menjadi bagus. Akan tetapi, jika seseorang dapat menerapkan ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an maka itu adalah hal baik. Jika tidak memungkinkan untuk menerapkannya maka tak ada dosa.

Nah jadi itulah ulasan panjang mengenai pengertian ilmu tajwid dan tujuan mempelajarinya. Semoga pembahasan di atas dapat sedikit mencerahkan.

Tinggalkan komentar