Hasil Pernikahan Beda Agama – ConsultSyariah.com

[ad_1]

Assalamu’alaikum Ustadz, saya ingin bertanya. Saya memiliki tetangga, mereka adalah pasangan suami istri tetapi berbeda agama, suaminya beragama Islam dan istrinya beragama Kristen. Lalu bagaimana nasib anak yang mereka lahirkan? Apakah anak tersebut tetap menjalankan agama keduanya atau menunggu orang dewasa pindah agama? mohon penjelasannya!

08564217xxxx

Menjawab:

Dalam pertanyaan di atas, ada dua hal yang perlu dijelaskan, yaitu status perkawinan orang tua dan status anak dari perkawinannya.

Sesungguhnya Islam melegitimasi laki-laki muslim menikahi perempuan kitab (Yahudi dan Nasrani) selama perempuan tersebut adalah perempuan yang selalu menjaga kehormatannya dan tidak merusak agama suami dan anak-anaknya. Buktinya adalah firman Allah Ta’ala,

imes

Pada hari ini voucher telah dibuat halal untuk Anda. Makanan (penyembelihan) orang-orang yang diberi Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. (Dan dibolehkan menikahi) wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang beriman dan wanita yang menjaga kehormatan di antara mereka yang menerima Kitab sebelum kamu.” (QS. Al-Maidah: 5)

Ibnu Taimiyah rahimahullah bersabda: “Istri Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) boleh dinikahi oleh laki-laki Muslim menurut ayat ini. (Majmu’ al-Fatawa, Ibn Taimiyah, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H, 14/91)

Yang dimaksud di sini adalah diperbolehkannya seorang laki-laki muslim menikahi seorang wanita ahli kitab, tetapi tidak wajib dan tidak sunnah, hanya diperbolehkan. Tentu saja, wanita terbaik yang menikah dengan seorang Muslim adalah tetap seorang wanita Muslim.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pernikahan dengan istri ahli kitab disini, yaitu:

  1. Pria muslim memiliki agama yang baik dan seharusnya tidak tergoda untuk jatuh.
  2. Manusia mampu menjadi kepala keluarga dengan baik sehingga mampu mempertahankan agamanya dan agama keturunannya.
  3. Para istri ahli Taurat di sini adalah wanita Yahudi dan Kristen. Yudaisme dan Kristen masa lalu dan sekarang ditujukan untuk kelompok yang sama dan sama dari masa lalu (pada zaman Nabi). Shallallahu ‘alaihi wa sallam), yaitu wahyu mereka menyimpang.
  4. Istri adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya dan tidak merusak agama suami dan anak-anaknya.

Catatan penting disini, jika memang seorang pria muslim dapat menikahi wanita ahli kitab, maka pernikahan tersebut tentunya tidak di dalam gereja.

Syekh ‘Athiyah Muhammad Salim hafizhohullah dalam Kitab Adhwaul Bayan (di mana ia menyempurnakan tulisan gurunya, Syekh asy-Syinqithi), memberikan alasan mengapa laki-laki Muslim dibolehkan menikah dengan perempuan kitab suci. Di antara alasan yang dia berikan: Islam itu tinggi dan tidak mungkin menundukkan agama lain. Sedangkan keluarga tentunya dikepalai oleh laki-laki. Sehingga suami dapat memberikan pengaruh agama kepada istri. Demikian juga, anak-anak harus mengikuti ayah mereka dalam hal agama. (Adwaul Bayan 8/164-165)

Sementara itu, selain dari ahli kitab (seperti Hindu, Budha, Konghucu), wanita yang disebut musyrik dilarang menikah. Hal ini didasarkan pada tuning fuqaha. Dasarnya adalah firman Tuhan Ta’ala,

لاَ ا الْمُشْرِكَاتِ لأَمَةٌ لَوْ

Dan janganlah kamu menikahi wanita musyrik sampai mereka beriman. Sesungguhnya seorang budak yang beriman lebih baik dari istri yang musyrik, meskipun dia menarik hatimu.(Surat al-Baqarah: 221) (Lihat al-Mawsu’ah al-Fiqhiyah, 2/13333, indeks “Muharromatun Nikah”, butir 21)

Menurut para ulama, seorang pria Muslim sama sekali tidak diperbolehkan menikahi seorang wanita murtad bahkan jika dia masuk Kristen atau Yudaisme, kecuali jika wanita itu ingin masuk Islam kembali. (Lihat al-Mawsu’ah al-Fiqhiyah, 2/13334, indeks “Muharromatun Nikah”, butir 22)

Sedangkan status anak yang lahir dari perkawinan ini tidak diberikan kebebasan untuk memilih agamanya. Tetapi anak harus mengikuti agama ayahnya, yaitu Islam, karena garis keturunan anak kembali ke ayahnya, sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni (12/117).

Dengan demikian jelas bahwa anak secara otomatis mengikuti agama ayahnya dan tidak mengikuti agama ibunya sampai ia murtad dari agama ayahnya. Hal ini didasarkan pada alasan berikut:

  1. Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang bisa menandingi tingginya dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

الإِسْلاَمُ لُو لاَ لَى

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” (HR. Al-Bukhari)

Demikianlah agama bapak mengalahkan agama ibu, sehingga anak mengikuti agama bapak.

  1. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah, sebagaimana Allah jelaskan dalam Firman-Nya:

ال اللهِ الإِسْلآم

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Surat Ali Imron: 19)

Sehingga dengan Islam ia memperoleh kebahagiaan, kesejahteraan dan kesenangan, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia dia akan diselamatkan dari pembunuhan, perbudakan dan pembayaran jizyah. Sedangkan di akhirat, ia akan diselamatkan dari murka dan siksa Allah yang pedih.

  1. Islam hanya menghukum laqith (seorang anak terlantar dan yang tidak diketahui garis keturunannya) di suatu wilayah Islam sebagai seorang Muslim, meskipun di wilayah tersebut juga ada yang kafir. Sehingga laqith mereka diminta menjadi muslim dan jika menolak mereka dihukum sebagai murtad yang harus dibunuh karena hal ini juga berlaku bagi anak-anak muslim yang keluar dari agamanya. Seperti yang dia katakan, sallallahu ‘alayhi wasallam:

لَ الُوْهُ

“Siapa pun yang mengubah agamanya, bunuh dia.” (HR. Al-Bukhari)

Dengan demikian, jelas bahwa anak tersebut dianggap muslim dan dilarang mengikuti agama ibunya dan jika ia tetap mengikuti agama ibunya, ia dianggap murtad dan hukum murtad berlaku dalam Islam.

Wabillahittaufiq.

Dijawab oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONOR.

AKUN DONASI:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242

Tumpukan kitab, mana yang benar, insya Allah atau insya Allah, waktu shalat dhuha, hukuman istri durhaka pada suaminya di dunia, bolehkah shalat gerhana sendirian, shalat keluar dari masalah hutang

Flash Video Cara Sholat dan Bacaan Sholat

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI VIDEO FLASHDISK CARA DOA, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *